Senin, 06 Januari 2014

WAJIB MASUK!!! WAJIB BACA!!! BB++

Eitts, anda ketipu judul, disini gak ada sama sekali BB++ nya..

wkkkkk


PERKENALAN SI EMPUNYA BLOG!


Oke, perkenalan dulu deh..
Dari nama, diambil dari nama pesepakbola legendaris asal Perancis yang melakukan hal sangat memalukan ketika piala dunia tahun 2010 dengan menanduk dada si Materazzi, yap, Zidane!
Entah kenapa nama itu diambil terus diedit-edit dikit terus ditambahin depannya nama islami terus langsung dibawa ke kecamatan buat dibikin akta kelahiran, yap, AHMAD ZAIDAN!
Konon katanya, nama gua ini, (eh, terlalu keren ya kalo pake kata 'gua', kita ulang!)
Konon katanya, nama saya ini, (eh, malah kaya perkenalan di perusahaan --'!)
Konon katanya, nama ulun nih, (Duta TV kalo lah!)
Konon katanya, nama gw ini (ya sudah lah!) pemberian dari ulama besar yg tinggal di Martapura, Kalimantan Selatan, yaitu (Alm) KH. Anang Djazouly Seman, karena mamah gw (nyampur2 deh lu) itu sangat hormat dan menghargai beliau sebagai tetuha dan juga ulama, biasa dipanggil Abah Anang, jadi untuk masalah nama, kayanya gak perlu diragukan lagi asal-usulnya 8-)

Next tempat tanggal lahir,
BJM2794
Asli org banjar, cuman dari gw bayi gw udah tinggal di Kuala Kapuas tercinta, kota tenang dan damai..

Next Riwayat pendidikan,
kalo gak salah masuk SD tahun 2000 terus lulus tahun 2005,
yap, masa kecil gw ilang setaun karena dimasukin bonyok ke SD Akselerasi,
gw gak bisa mengkategorikan gw anak yg beruntung bisa masuk SD aksel atau malah gw termasuk anak yg absurd karena gw mempercepat masa anak-anak gw dengan hal-hal yang membosankan,
you know lah, masuk jam set 7 pagi (WIB), lalu pulang jam set 3 sore, dan itu utk ukuran anak kelas 4 SD pada tahun 2004!
kenapa anak kelas 4 SD? karena gw masuk aksel ketika gw masuk kelas 4 SD semester 2, jadi dari kelas 1 sampai kelas 4 semester 1, hidup gw normal dengan uang jajan yg kalo gak salah 500-1000 perak, dan i'm happy!
Next pada tahun 2005 lulus SD dan masuk SMP favorit, SPENSA, next aja ya, 2008 gw lulus SMP dan masuk SMA (favorit jg sih pada zaman itu) yaitu SMASA..
you know lah gimana gila nya masa-masa SMA, yg gak mungkin bisa dilupain sampai lo udah nemu tanah..
Next lulus SMA tahun 2011, lalu keterima kuliah di jurusan Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin (Kampus Banjarbaru).
Untuk masalah masuk kuliah, sempat jungkir balik sana sini naik pesawat, terus naik kereta dari Stasiun Solo Balapan ke Stasiun Gambir (Ini beneran lo, seriusan!), pernah bimbel 2 bulan di Bintaro, Tangerang Selatan utk masuk ke perguruan tinggi yang berlabel STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara) a.k.a sekolahnya Gayus Tambunan sang koruptor pajak, karena kata kaka gw kalo kuliah di STAN, kalo lulus elo bakal langsung kerja di Keuangan, entah itu kantor pajak, badan pemeriksa keuangan, atau apalah, yg pasti remunerisasinya gede coy, itu iming2 kaka gw, dan nyokap alias mamah a.k.a 'bidadari hidup' gw pun menyetujui hal itu, lantas gw langsung get out dari kalimantan utk merantau ke jakarta. Bimbel bimbel bimbel bimbel, selama kurang lebih 60 hari (karena gw masuk di dua bimbel, KOPMA STAN dan PROKSIMA), alhasil otak gw penuh dengan soal jawab soal jawab soal jawab tes tes yang begituan lah, yang juga kepake buat tes SNMPTN,
terus pada suatu hari, ada pendaftaran SNMPTN tertulis, bidadari hidup gw pun nyuruh bwt daftar itu tes, tp gw gak mau, dengan alasan pengen fokus ke STAN, tapi setelah dibujuk bujuk bujuk bujuk bujuk rayu maut dan sebagainya, akhirnya gw mendaftar SNMPTN dengan 2 pilihan universitas, yaitu IPB Bogor dengan jurusan Budidaya Perikanan (Akre. A dan dengan pertimbangan tante gw ngambil S3 di IPB dan bakal jadi dosen di perikanan) dan UNLAM dengan jurusan Teknik Pertambangan (Gak mementingkan Akre, karena pilihan ini hasil pertimbangan dan ajakan temen SMA gw dulu, yap, Teguh Wiradinata yg sekarang jadi Ketua LMN Nasdem Jogjakarta dan kuliah di Univ. Muhammadiyah Jogja jurusan Teknik Sipil).
Ketika gw tes SNMPTN, gw dengan santai ngejawab pertanyaan tes tersebut, karena sebelumnya gw udah bimbel STAN, jadi soal-soal potensi akademiknya yaaa kurang lebih laah..
Lalu pas masa-masa menunggu hasil SNMPTN, gw disuruh kaka gw lagi daftar di Universitas Gunadarma Depok, ya udah, gw daftar online, ngurus ini itu ini itu ini itu segala macam, dan gw ikut tes, dan alhasil, gw keterima di Grade 1 di jurusan Teknik Komputer, senang? kayanya engga deh, cz dipikiran gw cuman 1, yaitu STAN!
Lalu, pengumuman SNMPTN tertulis pun tiba, dan hasilnya, gw keterima di jurusan Teknik Pertambangan Fakultas Teknik UNLAM, masih dengan pertanyaan yg sama, SENANG??? engga sama sekali, cz STAN STAN STAN!
karena gw udah keterima di UNLAM dengan pertimbangan UNLAM adalah Univ. Negeri sedangkan Univ. Gunadarma adalah univ swasta, mengikuti saran kaka gw, akhirnya gw pulang ke kalimantan, dan mengurus berkas-berkas persyaratan UNLAM..
ketika gw udah di kalimantan, akhirnya tanggal untuk tes USM STAN diumumin (nb : USM = Ujian Saringan Masuk), tanpa pikir panjang gw langsung ngurus berkas ini itu ini itu dan akhirnya gw ikut tes USM STAN..
hari yang diimpikan pun tiba, ketika pengumuman USM STAN, mungkin karena rezeki gw gak boleh ninggalin pulau kalimantan yang tercinta ini, nama gw akhirnya gak termasuk di daftar nama calon mahasiswa STAN yang terpilih..
oke, fine, ambil positifnya aja, gak usah sumpah serapah segala macem, yang jelas, jalanin yang ada..
OKEY?
hingga sekarang, gw masih ngejalanin kehidupan sebagai ANAK TEKNIK, you know lah, begadang, jarang tidur, banyak laporan mesintik, tulis tangan, TP, Praktikum segala macam, dan I'm enjoying it!
Kita ambil hikmahnya aja, kalo ALLAH SWT pasti akan memberikan hal terbaik bagi umatnya..
udah, itu aja.

Riwayat Organisasi :
- OSIS SMPN 1 Selat K. Kapuas
- Teather Kecil Spensa K. Kapuas
- OSIS SMAN 1 K. Kapuas
- Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) FT. UNLAM
- Sanggar Seni RIAK NYALONG K. Kapuas
ngemeng-ngemeng masalah sanggar seni, gw  udah mengenal seni musik daerah Kalimantan Tengah sejak di bangku kelas 4 Sekolah Dasar, dan menekuninya hingga sekarang. Udah keliling Indonesia, diantaranya Palangkaraya, Banjarmasin, Pleihari, Tenggarong, Samarinda, Balikpapan, Solo, Jogjakarta, Jakarta, Bali,  dan perjalanan terjauh ketika mengisi acara pada Kongres Masyarakat Adat Nasional pada tahun 2012 di Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara.

Minggu, 05 Januari 2014

SEJARAH PELEDAKAN


KLASIFIKASI BATUBARA


Pengklasifikasian batubara di dasarkan pada derajat dan kualitas dari batubara tersebut, yaitu :
1.      Gambut / Peat
Golongan ini sebenarnya termasuk jenis batubara, tapi merupakan bahan bakar. Hal ini disebabkan karena masih merupakan fase awal dari proses pembentukan batubara. Endapan ini masih memperlihatkan sifat awal dari bahan dasarnya. (nb : Gambut/peat tidak termasuk dalam klasifikasi batubara international, dikarenakan gambut/peat hanya merupakan cikal bakal batubara, belum termasuk rank batubara)
2.      Lignite / Brown Coal
Golongan ini sudah memperlihatkan proses selanjutnya berupa struktur kekar dan gejala pelapisan. Apabila dikeringkan, maka gas dan airnya akan keluar. Endapan ini bisa dimanfaatkan secara terbatas untuk kepentingan yang bersifat sederhana, karena panas yang dikeluarkan sangat rendah.
3.      Sub-Bituminous / Bitumen Menengah
Golongan ini memperlihatkan ciri-ciri tertentu yaitu warna yang kehitam-hitaman dan sudah mengandung lilin. Endapan ini dapat digunakan untuk pemanfaatan pembakaran yang cukup dengan temperatur yang tidak terlalu tinggi.
4.      Bituminous
Golongan ini dicirikan dengan sifat-sifat yang padat, hitam, rapuh (brittle) dengan membentuk bongkah-bongkah prismatik. Berlapis dan tidak mengeluarkan gas dan air bila dikeringkan. Endapan ini dapat digunakan antara lain untuk kepentingan transportasi dan industri.
5.      Anthracite
Golongan ini berwarna hitam, keras, kilap tinggi, dan pecahannya memperlihatkan pecahan chocoidal. Pada proses pembakaran memperlihatkan warna biru dengan derajat pemanasan yang tinggi. Digunakan untuk berbagai macam industri besar yang memerlukan temperatur tinggi.
http://indah4din4t4.files.wordpress.com/2009/12/peat_to_anthracite.jpg?w=655
Semakin tinggi kualitas batubara, maka kadar karbon akan meningkat, sedangkan hidrogen dan oksigen akan berkurang. Batubara bermutu rendah, seperti lignite dan sub-bituminous, memiliki tingkat kelembaban (moisture) yang tinggi dan kadar karbon yang rendah, sehingga energinya juga rendah. Semakin tinggi mutu batubara, umumnya akan semakin keras dan kompak, serta warnanya akan semakin hitam mengkilat. Selain itu, kelembabannya pun akan berkurang sedangkan kadar karbonnya akan meningkat, sehingga kandungan energinya juga semakin besar.

Klasifikasi batubara merupakan suatu penggolongan batubara sesuai dengan derajat penguraian bakteri dalam suasana anaerobic, pelapukan (coalification) secara alami dari Brown Coal (low rank) menjadi Antrasit (high rank), yang ditunjukan oleh sifat fisika dan kimiawi yang dimilikinya. Beberapa metode klasifikasi batubara, antara lain :
1.      Metode ASTM (American Standard Testing Material)
Dalam penentuan jenis tingkatan batubara menurut klasifikasi ASTM ini didasarkan atas persentase karbon padat dan nilai kalori (dalam btu/lb), yang dihitung berdasarkan basis Dry Mineral Matter Free (dmmf)
Klasifikasi ini dikembangkan di Amerika oleh Bureau of Mines yang akhirnya dikenal dengan Klasifikasi menurut ASTM (America Society for Testing and Material). Klasifikasi ini berdasarkan rank dari batubara itu atau berdasarkan derajat metamorphism nya atau perubahan selama proses coalifikasi (mulai dari lignit hingga antrasit). Untuk menentukan rank batubara diperlukan data fixed carbon (dmmf), volatile matter (dmmf) dan nilai kalor dalam Btu/lb dengan basis mmmf (moist, mmf). Cara pengklasifikasian :
a.       Untuk batubara dengan kandungan VM lebih kecil dari 31% maka klasifikasi didasarkan atas FC nya, untuk ini dibagi menjadi 5 group,   yaitu :
1)      FC lebih besar dari 98% disebut meta antrasit
2)      FC antara 92-98% disebut antrasit
3)      FC antara 86-92% disebut semiantrasit
4)      FC antara 78-86% disebut low volatile
5)      FC antara 69-78% disebut medium volatile
b.      Untuk batubara dengan kandungan VM lebih besar dari 31%, maka klasifikasi didasarkan atas nilai kalornya dengan basis mmmf.
1)      3 group bituminous coal yang mempunyai moist nilai kalor antara 14.000 – 13.000 Btu/lb yaitu :
·         High Volatile A Bituminuos coal (>14.000)
·         High Volatile B Bituminuos coal (13.000-14.000)
·         High Volatile C Bituminuos coal (<13.000)
2)      3 group Sub-Bituminous coal yang mempunyai moist nilai kalor antara 13.000 – 8.300 Btu/lb yaitu :
·         Sub-Bituminuos A coal (11.000-13.000)
·         Sub-Bituminuos B coal (9.000-11.000)
·         Sub-Bituminuos C coal (8.300-9.500)
c.       Untuk batubara jenis Lignit
1)      2 group Lignit coal dengan moist nilai kalor di bawah 8.300 Btu/lb yaitu :
·         Lignit (8.300-6300)
·         Brown Coal (<6.300)




Tabel Klasifikasi Batubara Berdasarkan ASTM
Class
Group
Fixed Carbon % , dmmf
Volatile Matter Limits, % , dmmf
Calorific Value Limits BTU per pound (mmmf)
Less
Than
Greater
Than
Less
Than
Agglomerating Character
I. Anthracite
1.Meta-anthracite
98


2

Non-
agglomerating
2.Anthracite
92
98
2
8
3.Semianthracite C
86
92
8
14
II. Bituminous
1.Low volatile bituminous coal
78
86
14
22



Commonly
Agglomerating
2.Medium volatile bituminous coal
69
78
22
31


3.High volatile A bituminous coal

69
31

14000

4.High volatile B bituminous coal




13000
14000
5.High volatile C bituminous coal




11500
13000
 Agglomerating





10500
11500
III. Sub-
Bituminous
1.Subbituminous A coal




10500
11500

 Non-
Agglomerating
2.Subbituminous B coal




9500
10500
3.Subbituminous C coal




8300
9500
IV. Lignite
1.Lignite A




6300
8300

1.Lignite B





6300
Sumber : Annual Book of ASTM Standard



2.      Metode NCB (National Coal Board)
Klasifikasi ini dikembangkan di Eropa pada tahun 1946 oleh suatu organisasi Fuel Research dari departemen of Scientific and Industrial Research di Inggris. Klasifikasi ini berdasarkan rank dari batubara, dengan menggunakan parameter volatile matter (dry, mineral matter free) dan cooking power yang ditentukan oleh pengujian Gray King. Dengan menggunakan parameter VM saja NCB membagi batubara atas 4 macam :
a.       Pembagian NCB menurut parameter VM
1)      Volatile dibawah 9,1%, dmmmf dengan coal rank 100 yaitu Antrasit
2)      Volatile diantara 9,1-19,5%,dmmmf dengan coal rank 200 yaitu Low Volatile/Steam Coal
3)      Volatile diantara 19,5-32%,dmmf dengan coal rank 300 yaitu Medium Volatile Coal
4)      Volatile lebih dari 32 %, dmmmf dengan coal rank 400-900 yaitu Haigh Volatile Coal
Masing – masing pembagian di atas dibagi lagi menjadi beberapa sub berdasarkan tipe coke Gray King atau pembagian kecil lagi dari kandungan VM.
b.      Untuk High Volatile Coal dibagi berdasarkan sifat caking nya :
1)      Very strongly caking dengan rank code 400
2)      Strongly caking dengan rank code 500
3)      Medium caking dengan rank code 600
4)      Weakly caking dengan rank code 700
5)      Very weakly caking dengan rank code 800
6)       Non caking dengan ring code 900

3.      Klasifikasi menurut International
 Klasifikasi ini dikembangkan oleh Economic Commision for Europe pada tahun 1956. Klasifikasi ini dibagi atas dua bagian yaitu :
a.       Hard Coal
Di definisikan untuk batubara dengan gross calorific value lebih besar dari 10.260 Btu/lb atau 5.700 kcal/kg (moist, ash free).
International System dari hard coal dibagi atas 10 kelas menurut kandungan VM (daf). Kelas 0 sampai 5 mempunyai kandungan VM lebih kecil dari 33% dan kelas 6 sampai 9 dibedakan atyas nilai kalornya (mmaf) dengan kandungan VM lebih dari 33%. Masing-masing kelas dibagi atas 4 group (0-3) menurut sifat cracking nya dintentukan dari “Free Swelling Index” dan “Roga Index”. Masing group ini dibagi lagi atas sub group berdasarkan tipe dari coke yang diperoleh pengujian Gray King dan Audibert-Arnu dilatometer test. Jadi pada International klasifikasi ini akan terdapat 3 angka, angka pertama menunjukkan kelas, angka kedua menunjukkan group dan angka ketiga menunjukkan sub-group. Sifat caking dan coking dari batubara dibedakan atas kelakuan serbuk batubara bila dipanaskan. Bila laju kenaikan temperature relative lebih cepat menunjukkan sifat caking. Sedangkan sifat coking ditunjukkan apabila laju kenaikan temperature lambat.
b.      Brown Coal
International klasifikasi dari Brown coal dan lignit dibagi atas parameternya yaitu total moisture dan low temperature Tar Yield (daf).

Pada klasifikasi ini batubara dibagi atas 6 kleas berdasarkan total moisture (ash free) yaitu :
a.       Nomor kelas 10 dengan total moisture lebih dari 20%, ash free
b.      Nomor kelas 11 dengan total moisture 20-30%, ash free
c.       Nomor kelas 12 dengan total moisture 30-40%, ash free
d.      Nomor kelas 13 dengan total moisture 40-50%, ash free
e.       Nomor kelas 14 dengan total moisture 50-60%, ash free
f.       Nomor kelas 15 dengan total moisture 60-70%, ash free
Kelas ini dibagi lagi atas group dalam 4 group yaitu :
a.       No group 00 tar yield lebih rendah dari 10% daf
b.      No group 10 tar yield antara 10-15 % daf
c.       No group 20 tar yield antara 15-20 % daf
d.      No group 30 tar yield antara 20-25 % daf
e.        No group 40 tar yield lebih dari 25% daf
http://indah4din4t4.files.wordpress.com/2009/12/klasifikasi-btbr.jpg?w=998

http://indah4din4t4.files.wordpress.com/2009/12/fg33_01.gif?w=998

4.      Metode Coal Classification Scheme (ISO)
Klasifikasi ISO dipergunakan untuk industri kokas dan pembangkit listrik. Klasifikasi ISO didasarkan pada kandungan VM batubara dalam dry ash free (daf), nilai muai bebas (free swelling index (FSI)) atau Roga index, dan Gray King Coke Type.
  
5.      Metode Australia Classification
Klasifikasi batubara Australia didasarkan pada VM, FSI, Gray King Coke Type dan kandungan ash. Parameter ash penting bagi klasifikasi ini, karena batubara Australia memiliki kadar ash tinggi. 

6.      Metode ECE Classification
ECE membuat sistem klasifikasi yang dapat dipergunakan secara luas, pada tahun 1965 yang kemudian menjadi standar international. Sistem ini mengelompokkan batubara dalam class, group dan sub-group. Coal class mempergunakan CV atau VM sebagai patokan; Coal group mempergunakan Gray-King coke type atau maximum dilatation pada Audibert-Arnu dilatometer test sebagai patokan; sedangkan coal sub-group mempergunakan Crucible swelling number dan Roga test sebagai patokan.
Sistem ini mampu menunjukkan coal rank dan potensi penggunaannya, terutama coal group dan coal sub-group yang menjelaskan perilaku batubara jika dipanaskan secara perlahan maupun secara cepat sehingga dapat memberikan gambaran kemungkinan penggunaannya. Pada tahun 1988 sistem ini dirubah dengan lebih menekankan pada pengukuran petrographic. Saat ini, sistem ini didasarkan pada vitrinite reflectance dan reflectrogram, komposisi maceral, FSI, VM, ash, sulfur, dan gross CV.

7.      Metode Fuel Ratio
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5i-lyGKp8i1YfXudjAbNKye8ZgdjV-ksB7FKtDMEJNylWi_6RiUBaFb_tIWQotSVD08ig7u2XojVvEuc2r4OnxG8261LGdWLo27ENOXX5Oq3WkiMltJACDcmrx4CnimD-TzbvqYjxJJ0/s200/untitled.JPGKlasifikasi berdasarkan perbandingan antara prosentase karbon tertambat dengan presentase zat terbang dan dapat dirumuskan sebagai berikut: